Peradaban Tauhid

Home » Lain-lain » SEANDAINYA MANOHARA CAPRES

SEANDAINYA MANOHARA CAPRES

manohara-odelia-pinot

Manohara Odelia Pinot

Manohara memang cantik dan menawan. Lebih dari itu, Manohara saat ini sangat terkenal di tanah air, bahkan di beberapa negara, meski usianya relatif belia. Media massa pun begitu terpesona, dan jatuh hati. Buktinya, nyaris setiap saat mereka berhubungan secara “intim”. Di mana ada Manohara di situ ada media. Jika Manohara membutuhkan media untuk membela harga dirinya, maka media pun membutuhkan Manohara untuk kelangsungan eksistensinya. Dan, sebagaimana lazimnya, kedua pihak akan terus berhubungan sepanjang keduanya masih sama-sama masih merasa diuntungkan.

Saya, tentu saja tidak berkepentingan dengan Manohara, kecuali sekedar prihatin, simpatik, dan salut. Bagaimana tidak memprihatinkan, seorang istri yang mestinya disayangi,  dicintai, dan perlakukan secara baik-baik, malah disiksa secara biadab (kalau benar pengakuan Manohara). Bagaimana saya tidak simpatik (bukan saja karena dia cantik), Manohara bersama ibunya begitu gigih mempertahankan martabat kemanusiaannya, dan dalam kadar tertentu “harga diri kebangsaan kita”. Bagaimana saya tidak salut, kendati hanya didukung ibunya, ia berani berjuang melawan perlakuan tak beradab dari suaminya, Pangeran Kelantan. Apalagi jika benar Raja Kelantan dan keluarga kerajaan membiarkan perlakuan sang pangeran. Manohara dan ibunya memberi contoh bahwa harga diri dan martabat bangsa harus ditegakkan meski harus berhadapan dengan orang-orang yang sangat berpengaruh di Malaysia. Negara tetangga yang telah mencaplok kepunyaan kita, mulai dari pulau Sipadan dan Ligitan, karya seni (batik, reog, dll), apalagi sekarang mereka menjamah Ambalat. Agaknya, kalau saya tidak salah ingat, Manohara adalah orang kedua setelah Presiden Soekarno yang berani melawan Malaysia, meski konteksnya berbeda.

Kegigihan dan keberanian Manohara sesungguhnya menjadi modal penting seorang calon Presiden RI di zaman ini. Karena itu, seandainya Manohara calon presiden maka saya akan menasehatinya agar tidak ikut-ikutan memakai slogan “lebih cepat lebih baik”. Sebab, begitu banyak persoalan mendasar di negara ini yang tidak akan selesai hanya dengan mengandalkan slogan ini. Saya juga akan memberi nasehat agar tidak mengikuti slogan “lanjutkan”. Sebab, begitu banyak persoalan mendasar di negara ini yang tidak boleh dilanjutkan. Jangan sampai hanya “melanjutkan penderitaan rakyat” sebagaimana seloroh Gus Pur di Negeri Impian. Saya pun akan mengingatkan Manohara agar tidak lagi memakai slogan “membela kepentingan rakyat”. Sebab, sudah lama rakyat kecil menderita, padahal dalam setiap pesta demokrasi, para politisi selalu menyanyikan lagu “membela kepentingan rakyat”.

Slogan-slogan seperti ini, sebetulnya tidak salah asalkan pendekatannya benar-benar rasional, teruji dan terukur. Jadi, kalaupun kubu Manohara ingin menggunakan slogan “lebih cepat lebih baik” maka saya akan memberi saran kepada tim suksesnya agar menjelaskan kepada rakyat Indonesia detail persoalan-persoalan bangsa, disertai sederet solusinya dengan pendekatan “lebih cepat lebih baik”. Jika tidak, “lebih cepat lebih baik” hanya akan melahirkan kebijakan dan program “asal-asalan”. Sebaiknya juga, tim sukses Manohara menghargai slogan “lanjutkan” dan “membela rakyat” meski digunakan capres pesaing. Bagaimanapun slogan-slogan capres pesaing ini ada benarnya. Katakanlah 60% meyakini keampuhan slogan “lebih cepat lebih baik” tetapi juga memberi porsi masing-masing 20% untuk slogan “lanjutkan” dan “membela kepentingan rakyat”.

Hal yang sama akan saya sarankan kepada tim sukses Manohara jika mereka memakai slogan “lanjutkan.”. Tim suksesnya mestinya menjelaskan kepada seluruh rakyat bentuk-bentuk dan tahapan-tahapan solusi atas masalah-masalah mendasar di negara ini, yang mesti di”lanjutkan”. Sementara di sisi lain, Manohara dan tim suksesnya seharusnya segera menjelaskan upaya menghentikan tradisi KKN yang makin parah, meski sudah ada lembaga KPK. Begitu pula dengan penegakan kedaulatan negara. Inilah –antara lain– pentingnya slogan “lebih cepat lebih baik” dan “membela kepentingan rakyat”, dan karena itu, kedua slogan ini patut dihargai meski hanya dengan 20%  untuk masing-masing slogan.

Sebaliknya, apabila tim sukses Manohara akan menggunakan slogan “membela kepentingan rakyat” maka saya akan memberi masukan kepada tim suksesnya untuk mempertegas rakyat mana yang akan dibela? bagaimana pendekatan dan tahapan-tahapannya, dan seterusnya. Sebab, tak jarang slogan pro-rakyat menjadi terbalik (anti rakyat) ketika sang calon telah bertahta. Penggusuran, eksploitasi, dan sejenisnya adalah pemandangan yang dianggap wajar dilakukan oleh penguasa yang awalnya mengumandangkan slogan “atas nama rakyat”.

Akhirnya, saya akan mengingatkan Manohara seandainya menjadi Capres agar lebih menghormati capres lainnya, dan berkompetisi secara sehat dan cerdas.  Rakyat Indonesia merindukan kearifan calon pemimpin negaranya. Suasana batin seperti inilah yang dibutuhkan oleh Bunda Pertiwi agar menjadi negara yang kuat dan bermartabat.  Jika hal ini dilakukan Manohara dan tim suksesnya, maka rakyat akan lebih mengerti bahkan bangga terhadap capres pilihannya, bukan karena terpaksa apalagi dipaksa-paksa. Dengan begitu, yang akan lahir pasca Pilpres adalah pemimpin, bukan penguasa.


1 Comment

  1. kalin usman says:

    assalam alaikum Wr.Wb
    sebelum saya menyampaikan kritikan atas tulisan bapak terlebih dahulu saya ucapkan terimah kasih sebanya2nya atas ilmu yang telah bapak berikan kepada kami sebagai mahasiswa bapak, bukan hanya itu, saya juga mengucapkan terima kasih atas segala motivasi yang bapak berikan kepada kami, terus terang setiap mengikuti mata kuliah dari filsafat pendidikan agama islam ini seakan-akan diri ini terhipnotis dengan retorika (motivasi) dari bapak, saya baru menyadari bahwa tugas seorang mahasiswa tidak hanya mengejar nila IPK 4 kemudian lulus nya berharap untuk bisa lolos jadi PNS,agar dapat jaminan hidup dengan gaji yang cukup memuaskan tanpa memperhatikan urgensi tugas seorang pendidik itu sendiri.
    saya merasa tengah bertatap langsung dengan ustadz Yusuf Mansur (idola saya) bia mengikuti perkuliahan bapak, gaya mengajar yang bapak terpkan sama seperti gaya ceramahnya ust. Yusuf yang penuh dengan motivasi yang membangunkan kami dari tidur lelap kami selama ini. saya mohon maaf, apa yang saya sampaikan ini bukan sekedar pujian kosong untuk mendapat nilai A dari bapak. namun ini merupakan ucapan terima kasih dari seorang anak yang sejak dulu begitu merindukan aura motivator dari orang tuanya untuk bsa membuka gembok-gembok talentanya yang sejak 12 tahun ini terkunci rapat dalam sebuah ruangan yang begitu gelap dan sesak.
    next…
    untuk bisa mengkritisi sebuah tulisan sebenarnya bukan sifat saya banget. sebab, bagaimana saya bisa mengkritik tulisannya bapak sedangkan untuk sementara inipun saya masih sementara belajar untuk menulis artikel.
    namun saya coba untuk menanggapi tulisan bapak mengenai”seandainya manohara capres”
    alngkah baiknya kita cari tipe manusia yang lebih baik dari manohara, bukannya saya mengatakan bahwa manohara tidak baik. tapi kita liat dari segi pakaiannya, pakaian memang bukan diatas segalanya dalam hidup ini tapi pakaian juga mencerminkan kepribadian orang yang memakainya. bapak bisa lihat sendiri kan bagaimana gaya pakaiannya beliau, yang seperti inikah menjadi panutan anak bangsa kedepan? dan kalaw boleh saya kasih saran alangkah baiknya mari kita cari figur pemuda dibandingkan figur wanita. bukankah dalam sejarah (kalaw tidak saya lupa)roma runtuh itu sejak dipmpin oleh ratu?
    kan banyak tuh figur pemuda yang bisa dijadikan contoh dalam kepemimpinan?
    mungkin hanya itu dari saya selebihnya saya mohom maaf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: