Peradaban Tauhid

Home » Manusia » Awas Drakula Gaya Baru!

Awas Drakula Gaya Baru!

Thoriq Modanggu

Thoriq Modanggu

Sesosok bayangan berkelebat cepat di antara pepohonan. Tatkala melewati sepasang muda-mudi yang lagi asyik-masuk di bangku taman, bayangan itu mendadak berhenti. Menilik penampilannya yang rapi dan berdasi sekilas orang itu tampak seperti pejabat. Tiba-tiba dari mulutnya yang menyeringai rakus, perlahan-lahan muncul sepasang gigi taring. Lidahnya yang panjang dan tampak kemerahan itu bergerak gemulai di antara gigi taringnya. Iiiih, ternyata dibalik penampilan yang keren tersingkap kebuasan. Sialan!

Bahaya yang tengah mengintip itu agaknya tak disadari sepasang cucu adam yang tengah “menodai cintanya”. Makhluk bertaring itu perlahan-lahan mendekat. Rupanya, si laki-laki yang pertama melihat kemunculan Sang pengisap darah dari balik pepohonan. Tanpa pikir panjang laki-laki itu mendorong pasangannya lalu memainkan jurus “langkah seribu”. Dasar laki-laki!

Dalam posisi terjerembab si wanita hanya bisa berteriak minta tolong sesaat lalu menjerit untuk kemudian bungkam selamanya. Makhluk berdasi itu kemudian berdiri membusungkan dada sambil menyeringai kepuasan. “Akulah Drakula”

Jika Drakula dalam fragmen di atas doyan mengisap darah seorang anak manusia, maka hati-hati, di sekitar kita kini gentayangan “Drakula Gaya Baru ” yaitu orang-orang yang juga gemar “mengisap darah”. Anehnya jenis Drakula tidak hanya menampakkan dirinya sebagai makhuk berdasi yang gentayangan di malam hari, tetapi juga gentayangan kantor-kantor pemerintahan dan gedung-gedung –yang katanya– wakil rakyat. Itulah para koruptor.

Mana yang lebih berbahaya, Drakula atau Drakula baru ini? Kalau Drakula hanya mengisap darah seseorang yang kebetulan menjadi mangsanya, maka Drakula Baru secara sadar dan terencana “mengisap darah rakyat”, merusak generasi manusia, dan menantang Titah Ilahi; bahwa manusia wajib memanusiakan sesama manusia (silaturrahmi, red), bukan sebaliknya, “manusia memangsa manusia lain”.

Lantas, bagaimana cara mengatasi makhluk perusak masyarakat ini? Kalau kita lihat dalam film-film, Drakula sangat takut dan akan hancur-lebur kalau kena sinar matahari. Karena itu, Drakula Gaya Baru ini hanya bisa diatasi dengan penerangan dan pencerahan. Guru-guru yang mencerahkan, pemerintah yang mencerahkan. Polisi, jaksa, hakim, dan juga  pengusaha/kontrakan yang mencerahkan.

Predikat atau jabatan-jabatan keduniaan yang bersifat sementara ini semestinya memang melakukan kerja penerangan dan pencerahan kepada masyarakat, dan bukan sebaliknya, mempersulit dan memberatkan masyarakat. Kalau tidak, maka kehidupan ini senantiasa akan diganggu oleh perilaku drakula yang punya jabatan. Akibatnya, bumi ini tidak aman untuk dari ulah mereka yang tidak bertanggungjawab.

Tuhan, percikkanlah sinar pencerahanmu kepada Drakula-drakula Baru, sehingga mereka kembali menjadi manusia biasa!


20 Comments

  1. Fitriaty Puhi says:

    Drakula masa skrng bahkan hepotubowa liyo juu. Lihatlah di acara2 adat, seorg imam/kiayai hemolubo ta’uda, tapi tak jarang ta’uda boyto adalah drakula. Ketika ada yg komplen mengapa seorg koruptor tetap diperlakukan dgn agungnya dalam suatu upacara adat & keagamaan, maka jawabannya adalah krn mereka adalah bagian dari ta’uwa lo lipu ataupun termasuk dalam golongan khalifah.
    Smga apapun jabatan yang diamanahkan pada kita tidak akan membuat kita berubah menjadi drakula. AMIN..

  2. Memang benar, bahwa banyak drakula gaya baru yang sekarang ini sedang berkeliaran. Drakula-drakula tersebut hanya bisa dihilangkan dengan cahaya. cahaya tersebut berupa penerangan atau pencerahan dalam hati mereka. agar, mereka sadar dengan apa yang telah mereka lakukan selama ini yang hanya bisa membuat rakyat melarat

  3. tawaf says:

    drakula-drakula ini memeng sangat berbahaya makanya mereka perlu di berikan pencerahan ya paling tidak mereka di karangtina di pesantren, tapi jagan di lepas lagi kalau di lepas bisa-bisa kumat lagi lho, kalau tidak di basmi aja biar aman dan semoga kita dapat terhindar dari virus-virus drakula ini aminnnn

  4. Yuwin Saleh says:

    ayo kita sama-sama berantas “drakula”. tapi gimana caranya bung? saya teringat cerita rakyat kerajaan tikus yang hendak memberantas kucing, dst…. tapi ga ada yang berani mengalungkan giring2 di leher kucing sebagai solusi yang dilahirkan pada rapat besar itu…… jangan2 kita jadi begitu bung?????

  5. RAHMA BAUSIN Nim:08102133 says:

    Sangat menyedihkan melihat suasana Pemerintahan saat ini, khususnya di Gorontalo Utara. Persis seperti apa yg bpk gambarkan. “Drakula gaya baru” gelar yg sangat tepat bagi oknum Pejabat saat ini, bicaranya selalu atas nama rakyat tp nyatanya untk kepentingan dirinya. Memperkosa hak2 rakyat dgn dalih tuk kesejahteraan. Tamak, rakus dan sombong menjadi pakaian kebesarannya. Maju Terus untuk menguasai rakyat adalah tujuannya. Semoga Allah SWT akan memberinya Hidayah demi keselamatan hak2 Rakyat yg sedang digerogotinya. Sukses buat pak toriq, “Lanjutkan” pembangunan mental dan Spritual masyarakt daerah ini. Saya selalu siap dan terus melawan Drakula2 gaya baru.

  6. mely lihu says:

    Belum hillangnya drakula yang lahir sebelumnya,sudah lahir drakula gaya baru yang tidak habis-habisnya mencekik leher rakyat.mari kita berantas drakula tersebut melalui penerangan/pencerahan dalam hati mereka,sehingga gaya drakula yang rakus ini perlahan-lahan akan hilang walaupun tidak akan hilang secara menyeluruh.

  7. SRI YULAN PAKAYA says:

    iTULAH yang sangat memprihtinkan, keadaan dimana darkula2 yang pada gentayangn di setiap sudut kota bahkan pelosok2, harapan saya mungkin drakula2 itu bisa segera di berantas sampai ke akar-akarnya, Tapi apa mungkin bisa?????? semoaga saja

    SRI YULAN PAKAYA
    NIM:08102161

  8. Widyawati Rahman says:

    Drakula gaya baru paling banyak di gorut ju”
    setelah membaca drakula gaya baru ini berhubungan dengan kejadian yang sudah saya uraiakn pada masalah pendidikan , dimana para drakula ini dengan sadar bahkan terencana dengan baik mengisap darah rakyat…menghalalkan segala cara yang penting apa yang di inginkannya bisa tercapai.
    pejabat yang merupakan penentu kebijakan tidak bisa berbuat apa2 karena tekanan dari atasannya,sehingga mereka bagai se ekor kerbau yang siap di tarik dihidung oleh pengembalanya kemana dia inginkan. dalam hal ini siapa yang akan memberikan pencerahan, karena pada umumnya yg memberikan pencerahan, nasihat, bimbingan adalah atasan tapi jika malah sebaliknya pimpinan yang menyuruh bawahnya berbuat kebatilan maka siapa yang akan menjadi panutan ????
    menurut saya yang bisa memberikan pencrahan itu hanya Allah, kalau cuma manusia yang mau memanusiakan manusia itu sangat mustahil terjadi., karena jika Allah yang berkehendak tidak ada yang mustahil.
    manusia yang tidak pernah bersyukur dengan apa yang Allah berikan dia akan mengejar apa yang dia inginkan sampai dia pusa,” sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang telah aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk oarng2 yg bersyukur ” Qs. Al-A’raf :144.
    terimalah apa yang ada pada diri anda, terimalah rejeki anda, kembangkan bakat yang ada dalam diri anda, atur kemampuan anda untuk hal2 yang bermanfaat, dan bersyukurlah kepada Allah atas semua karunianya

  9. MARGARETA UAKA Nim:08102160 says:

    Drakula gaya baru bergentayangan dimana-mana. Apalagi di Provinsi ini, terlalu banyak Drakulanya pak. Solusinya adlh, minta kpd Tuhan agar daerah ini tdk dihancurkan dgn adzabNya.

  10. novita pusung NIM 08102151 says:

    “Drakula gaya baru” merupakan jelmaan dari pada monyet-monyet berdas yang notabenenya adalah para wakil rakyat. korupsi itu identik dengan negara maju/berkembang,dimana para drakula ini punya kesempatan untuk itu karena mereka termasuk dalam sistem tersebut. para drakula gaya baru ini tidak ubahnya seperti penyakit kanker yang menggorogoti uang rakyat. untuk memberantas para drakula ini tidak ada jalan lain kecuali satu”bunuh satu generasi” biarkan yang hidup hanyalah bayi-bayi yang tidak pernah mengenal akan arti sebuah korupsi.
    Akankah kita menjadi genarasi drakula berikutnya???? jangan pernah berkata ‘TIDAK”,karena kita belum punya kesempatan untuk itu. Tapi berkatalah “INSYA ALLAH TIDAK” niscaya Allah akan menjauhkan kita dari kesempatan itu.

  11. SURIYATI NH PARAMATA says:

    kalau Drakula yang saya lihat di film2 itu mungkin hanya mengorbankan satu orang saja atau hanya siapa saja yang di mangsanya. tapi kalau drakula yang bpk gambarkan ini akan mampu membunuh semua rakyat hanya dengan satu kebijakan bejadnya. begitu kan pak??????? selamat berjuang!!!

  12. ASNA PAKAYA says:

    Saya belum pernah bertemu dengan Drakula pak, bik Drakula yang sebenarnya atau Drakula gaya baru itu. insyaAllah Drakula gaya baru itu tidak ada di daerah ini. nanti semua rakyat akan jadi korbannya.

  13. Lian ngabito. NIM : 08102129 says:

    Menurut sy untk membrtas drakula gaya bru hrs diawali dr lembaga penegak hukum itu sendr. Krn bgmn mungkin kt bs menegakkan hukum ( membrnts korupsi) sementara salah satu lmbaga terkorup di negeri ini adlh lembga hukum itu sndri ?

  14. SUMARTO RAHMAN says:

    harapan saya dalam menumpas dan menghilangkan gerakan drakula gaya baru ini sebaiknya ulama bersatu. ulama dengan pencerahan agama dan ulama kekuasaannya….dan ini merupakan tugas kita semua, jika kita tidak berusaha menghilangkan drakula macam ini maka siapa lagi yang akan jadi penggerak kebanaran……dan semuanya kita serahkan pada Allah karena meskpun kita udah berusaha menghilangkannya namun jika Allah belum berkendak maka usha kita sia-sia…

  15. Memang benar drakula gaya bru ini hax bisa di atasi dgn pnerangan & pncerahan,& yg jd prtanyaan sy masih adkh org yg bisa membrkn pnerngn & pncrhan itu….????krena drkula sprti ini banyk bergntayangan di mna2,kt lhat sj kondsi skgr ini mulai dr pnegak hkmx smpai pd rkyat kecil sdh bax yg b’prilaku sprti ini. Drakula gaya bru ini bukn hax mrupkan jlmaan dr tikus2 brdasi yg yg slalu mnggerogoti uang rakyt yg notabenenya adalh wkl rkyt itu sndiri.tp sesma rkyt kcilpun skrg ini sdh bax yg b’prilaku sprti ini.sprti yg ada di iklan ”masa jeruk mnum jeruk” sprti itlh keadaan kt skg.

  16. By:YUWAN GOBEL NIM:08102145 says:

    Menurut saia drakula gaya lama dan bru sama.tetpi brbeda sekmenx sja..sampai dunia in mau kiamat korups ttap meraja lela,hax nama,cra,orgx yg berbda.saia brpendapat,hrus kembali pda ajaran agama.krna agama itu petnjuk kbnaran,kalau tdk sesuai dgn konsep aturan agama maka dia d lrang.

  17. idi says:

    tulisan yang inspiratif, sayangnya ti ka thariq masih sempatnya2 mendukung keberadaan drakula-drakula baru ini, tentu kami kecewa, ka thariq mendukung pasangan GT yang jelas2 juga banyak mengatasnamakan rakyat , termasuk bermain curang pada pilkada baru2 ini dengan menggunakan dana APBD dalam membiayai relawan2nya..sungguh pilihan ka thariq yang sangat tidak bijak.. jangan sampai tulisan ini akan kembali lagi kepada pribadi kita masing-masing termasuk berpulang pada diri ka thariq., saran saya kedepan ka thariq harus pintar2 membuat pilihan..

  18. abdullah lahay says:

    “…..explotatio deer loam vaar loam”, kata Bung Karno. Kalimat itu diucapkan beliau keetika peradaban manusia Indonesia masih murni dan belum dinodai atau dicemarkan oleh perilaku2 tak berakhlak manusia2 Indonesia yang berkuasa dan yang berharta, sehingga terjadilah praktek eksploatasi manusia terhadap sesama manusia. Artinya melalui kalimat itu Bung Karno sudah mengingatkan kita b ahwa akan datang massa dimana anak2 bangsa akan mengeksploatasi saudara2 sebangsanya untuk kepentingan pribadi, meminum keringat dan darah rakyat semata2 hanya memuaskan dahaga kekuasaan dan harta duniawi. Itulah barangkali yang disebut “drakula era baru”. Bung Thoriq, saya juga suka tulisan anda berjudul “Ketika burung memberaki tuhan”. , Bung Thoriq, di Jakarta saya punya majalah baru bernama “Peduli AKHLAQ”. Sudah dua kali terbit. Misinya membangun akhlak mulia sebagai salah satu solusi dari situasi yang karut marut belakangan ini dengan berbagai praktek korupsi, pembunuhan, tawuran dan berbagai perilaku tak berakhlak. Untuk itu kalau anda izinkan saya akan memilih salah satu dari ntulisan anda disini untuk saya muat di majalah saya tersebut dengan by line nama anda. terimakasih.

    • Jou senior, makasih atas apresiasinya. Kalau ada tulisan saya yang dianggap layak Toduwolo senior. Bolomaapu password admin blog ini baru saya ingat jadi terlambat merespon senior pe komen n permintaan. makase waa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: