Peradaban Tauhid

Home » Budaya » Budaya Gorontalo

Budaya Gorontalo

PAYANGO U’LIPU (Konsensus Peradaban)

“Menuju Peradaban Baru Gorontalo”

Menatap Masa Depan Gorontalo

  • Di masa depan, peradaban (kemajuan) Gorontalo harus mempunyai “raga” yang kuat dan “jiwa yang suci”
  • Peradaban Gorontalo harus dibangun di atas pondasi nilai-nilai agama dan budaya (kearifan lokal)
  • Kemajemukan masyarakat Gorontalo sesungguhnya merupakan energi pembangunan yang dahsyat
  • Tantangan globalisasi tidak mesti dipandang sebagai “ancaman” tetapi mesti diolah menjadi “anugrah” dan energi perubahan
  • Nilai-nilai dan gagasan luhur harus dihidupkan oleh gerakan sosial yang strategik, holistik dan etik

Landasan Berpikir

  • Manusia adalah makhluk yang “dimuliakan” di antara makhluk Tuhan lainnya.
  • Hanya manusia yang diserahi amanah oleh Tuhan untuk merancang dan membangun peradaban di bumi ini
  • Agama adalah ajaran keselamatan dan kebahagiaan ummat manusia
  • Budaya bukan sekedar warisan leluhur yang mesti kita jaga, juga bukan sekedar identitas  dan perekat ke-kita-an, tetapi lebih dari itu menjadi pertanda bahwa kita memang berbeda dengan hewan/binatang.

Tujuan

  • Menggali dan merumuskan nilai-nilai agama sebagai kekuatan moral pembangunan
  • Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai masyarakat berbudaya
  • Merumuskan kesefahaman akan nilai-nilai kemajemukan di bumi Hulonthalo.
  • Menguatkan nilai-nilai globalisasi yang positif dan menahan laju efek negatifnya.
  • Merumuskan pondasi ekonomi Gorontalo yang kokoh
  • Merumuskan konsep dan agenda bersama menyelamatkan lingkungan
  • Merumuskan teknologi berbasis kearifan lokal

Target

Melahirkan kesefahaman dan komitmen tentang masa depan Gorontalo secara konkret dalam bentuk  sebagai berikut:

Rangakaian Agenda

Wilayah Kajian & Narasumber

1. Agama:

  • Membumikan visi Tuhan
  • Model Peradaban Gorontalo
  • Kepemimpinan dalam Islam
  • Pengembangan Ekonomi Islam
  • Konsep Lingkungan dalam Islam
  • Wisata Religius
  • dll.

2. Budaya:

  • Kekhalifahan leluhur/Ilomata
  • Nilai-nilai kearifan lokal yang produktif
  • Nilai-nilai heroik 23 Januari 1942
  • Nilai-nilai Perjuangan Pembentukan Provinsi dan Kabupaten di Gorontalo
  • Budaya: Bugis, Makassar, Jawa, Minang, Muna dll.

3. Narasumber

  • Alim Niode
  • Arfan Polontalo
  • Anhar Gongong
  • Ari Muhtar Pedju
  • Bakri Arbie
  • Basri Amin
  • Elnino M. Husein Mohi
  • Fahri Ali
  • Funco Tanipu
  • Gafar Lacokke
  • Nelson Pomalingo
  • Ramdan (Dani) Pomanto
  • Reiner Ointou
  • Sandiaga Uno
  • Sofyan Kau
  • Syamsi Pomalingo
  • Thariq Modanggu
  • Yosep Tahir Ma’ruf
  • dll.

Deklarasi  & Pengawalan Nilai

Penggagas/Konseptor

*   Tim 7 (Tujuh)

  1. Thariq Modanggu
  2. Ahmad Abdullah
  3. Lilan Dama
  4. Sahmin Madina
  5. Masri K. Umar
  6. Erman Rahim
  7. Bahtiar

*   Tim Pendamping

  1. Elnino M. Husein Mohi
  2. Momi Hunowu
  3. Arten Mobonggi
  4. Muhammad Amin

Titik Simpul

Tuhan mengawali kehadiran manusia di bumi ini dengan proses yang Amat Cerdas dan Amat Demokratis. Gagasan/visi Tuhan untuk menciptakan manusia sebagai khalifah-Nya di bumi didebat secara kritis oleh malaikat.

“Untuk apa Engkau menciptakan manusia yang hanya akan berbuat  kerusakan dan pertumpahan darah  di bumi”. Sanggahan kritis ini, direspon dengan jawaban Keilmuan “Aku lebih tahu dari apa yang kamu tidak ketahui”.

Belajar dari cara kerja Tuhan inilah maka gagasan/visi peradaban baru Gorontalo mutlak didebat dengan cara-cara Cerdas dan Demokratis.

Salam Peradaban…!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: